Secara umum, karpet itu dapat diaplikasikan sesuai dengan ruang dan
fungsi ruang. Karpet yang umum digunakan adalah yang berbentuk kotak
atau persegi panjang. Bentuk lainnya dapat saja diterapkan, tapi perlu
kehati-hatian untuk memadukannya karena seringkali jadi tak sesuai
dengan harmonisasi ruang. Sebagai contoh, karpet berbentuk bulat. Karpet tipe ini digunakan untuk mengikat furnitur di ruang keluarga. Jika ruang berbentuk persegi, maka ruang akan terasa penuh. Karpet berbentuk bulat lebih cocok digunakan sebagai dasar meja yang berada di foyer. Dengan penempatan karpet itu, meja akan terlihat anggun dan memiliki hierarki yang tinggi.
Jika ingin memakai karpet untuk mempercantik ruang, sebaiknya lihat terlebih dahulu pola ruang secara keseluruhan. Ini terkait antara lain dengan keberadaan dinding, kusen, bahan kursi, meja, dan elemen ruang lainnya. Untuk mengaplikasinya, kita harus menggabungkan elemen yang ada itu menjadi suatu komposisi yang pas. Dalam penggabungan itu, sebisa mungkin diupayakan agar salah satu elemen tidak terasa terlalu keras atau terlalu lembut. Jadi, harus dikombinasi menjadi komposisi yang enak dilihat dan seimbang. Jika karpet sudah terlihat "ramai", sebaiknya, furnitur dan elemen lain dipilih dengan desain yang terlihat lebih tenang.
Soal bentuk, boleh apa saja asalkan dilihat dari proporsi dimensi ruang. Bentuk karpet oval cenderung pas bila ditempatkan di foyer. Jika ditempatkan di ruang tamu atau ruang keluarga, meja di atasnya harus lebih kecil dari dimensi karpet. Ini agar karpet tidak tenggelam oleh furnitur di atasnya. Karpet berbentuk persegi panjang lebih ideal karena umumnya akan sesuai dengan pola tataan furnitur, seperti sofa dan coffee table atau end table.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !